Skip to main content

Kesetiaan Tuhan

Ada seorang pengusaha sukses yang dipanggil oleh Tuhan. Sebelum dibawa ke surga, pengusaha itu ditunjukkan masa-masa hidupnya dari lahir sampai meninggal. Pengusaha itu melihat, bahwa saat dia mendapat nilai bagus dan mencapai kesuksesan dalam usaha, Tuhan ada disamping dia dan ikut mendampingi pengusaha itu

Namun, saat ditunjukkan ketika pengusaha itu bangkrut, dikejar-kejar penagih hutang, bahkan saat dia ingin bunuh diripun, dia tidak melihat Tuhan ada disampingnya. Lalu pengusaha itu protes pada Tuhan, “Tuhan, mengapa di saat aku sukses dan bahagia Kau ada. Namun disaat aku kesusahan mengapa Kau tidak ada?” Sambil tersenyum, Tuhan menjawab, “Anakku, lihatlah sekali lagi jalan hidupmu yang Kutunjukkan padamu!” Pengusaha itu melihat sekali lagi jalan hidupnya dan ia terkejut. Saat dia sedang sedih, Tuhan menghiburnya, saat dia lelah, Tuhan menggendongnya, dan saat dia putus asa dan ingin bunuh diri, Tuhan mencegahnya.

Kemudian, Tuhan berkata, “Anakku, saat kau sukses, Aku ada disampingmu untuk ikut merayakan kesuksesanmu. Namun saat kau jatuh dan merasa sedih, Aku ada disampingmu untuk menghiburmu, saat kau lelah Aku ada untuk menggendongmu. Dan saat kau putus asa dan ingin mati, Kucegah kau. Mengapa? Karena aku ingin kau melihat rencana yang telah Kusiapkan untukmu!”

Kita kadang merasa bahwa Tuhan meninggalkan kita di saat susah. Namun sebenarnya, Tuhan akan selalu setia bersama kita dalam suka maupun duka. Dia tidak akan pernah meninggalkan kita.

Doa:
Ya Tuhan, ajarlah kami untuk mengerti. Bahwa Kau tidak akan pernah meninggalkan kami, bahwa Kau akan selalu setia menemani kami, walau terkadang kami melupakan-Mu. Berilah kami kekuatan untuk menghadapi kesulitan yang menimpa hidup kami. Dan ajarlah kami untuk senantiasa berserah kepada-Mu. Amin


(Dari renungan “Jejak Kaki” dengan sedikit perubahan)


Comments

Popular posts from this blog

Akhir Perjalanan Sang "Belut"

Kamis, 17 September 2009 | 17:21 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Pelarian buronan paling dicari di Indonesia, Noordin M Top akhirnya terhenti pada Kamis (17/9) pagi. Dalang sejumlah aksi terorisme itu tewas diberondong timah panas tim Densus 88 dalam penyergapan sebuah rumah di Kampung Kepoh Sari RT 03/RW 11, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah. Akhir perburuan Noordin berawal dari penangkapan dua orang anggota Kelompok Urwah dan Aji. Pukul 11.30, petugas menangkap Rohmad Puji Prabowo alias Bejo di Pasar Gading, Solo. Rohmad pun diinterograsi, dan dari sini, petugas menangkap Supono alias Kedu pukul 15.00. "Interograsi berjalan di lapangan dan Alhamdulillah, dua orang ini memberi petunjuk, di Kampung Kahuripan ada beberapa orang pelaku teror yang ada di sana. Rumah itu adalah rumahnya Susilo alias Adib," ujar Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Bambang Hendarso Danuri dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis. Kemudian, lanjut dia, pukul 23...

Tips Menjadi Pembicara yang Baik

Diambil dari :http://myundermind.wordpress.com/2008/10/20/tips-menjadi-pembicara-yang-baik/ Ditulis oleh saifull4h di/pada Oktober 20, 2008 Berbicara di depan orang banyak adalah hal yang luar biasa bagi sebagian Orang. butuh keberanian yang besar untuk dilihat orang banyak dan memaparkan Ide-ide, Opini sendiri atau sekedar mengucapan sambutan. Namun, untuk menjadi pembicara yang baik tidak hanya dibutuhkan keberanian saja namun harus ada faktor-faktor pendukung lainnya untuk bisa dikatakan pembicara yang baik dan sukses. FAKTOR YANG MENUNJANG 1. Seorang pembica yang sukses mampu memikat Audience. Untuk mengikat audience/pendengar, caranya tidak selalu sama tergantung dari situasi dan kondisi. Contohnya, apabila pembicara berbicara dengan Orang Awam harus menggunakan tutur kAta yang lebih mudah dimengerti dibandingkan berbicara dengan audience yang Intelek. Begitupun dengan Kondisi, harus disesuaikan dengan intonasi yang Pembicara Gunakan. Apabila pembaca sedang berbicara dalam acara k...