Skip to main content

Tuhan Menurut Chairil Anwar

Bagaimana perasaan kita saat menemui Tuhan? Kebanyakan dari kita akan menganggap tenang damai,dsb. Tapi bagaimana dengan penyair individualistis seperti Chairil Anwar dalam menggambarkan hubungannya dengan Tuhan? Silakan baca puisinya yang berjudul "Di Masjid" yang baru saya temukan ini.....

DI MASJID

Kuseru saja Dia
sehingga datang juga
Kamipun bermuka-muka

seterusnya ia bernyala-nyala dalam dada
Segala daya memadamkannya

Bersimpah peluh diri yang tak bisa diperkuda

Ini ruang
gelanggang kami berperang

Binasa membinasa
satu menista lain gila


Charilil Anwar menganggap pertemuannya dengan Tuhan merupakan "perang" dan ia menggambarkan suasana yang heroik sekali dalam puisinya. Biasanya suasana heroik itu dipakai untuk suasana berperang dengan musuh. Namun untuk Chairil Anwar, berperang dengan Tuhan. Sebuah pandangan yang cukup unik. Apakah ada diantara anda yang berpandangan seperti Chairil Anwar?

Comments

Popular posts from this blog

Dicari Bassist!

Teman saya meminta saya untuk mem-posting lowongan ini di blog saya. Intinya, ia dan bandnya sedang membutuhkan seorang bassist. Yang tertarik, silakan post comment di posting ini dengan menyertakan alamat e-mail atau nomer HP yang bisa dihubungi. Syarat-syaratnya adalah: -Cowok/Cewek Usia 15-17 Tahun. (diutamakan Cewek, tapi cowok juga gpp) -Bisa bermain bass (Ya iyalah) -Bisa backing vokal -Penampilan dan kepribadian menarik -Punya selera humor, bisa diajak bercanda -Domisili di Jogja