Skip to main content

No Pressure, No Diamond

Apakah anda merasa bahwa Tuhan tidak pernah mengabulkan doa anda? Pernahkah anda merasa bahwa DIA tidak adil? Mungkin renungan ini akan menjawab pertanyaan anda.

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia . Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (1 Korintus 10:13)

Menjadi pengikut Yesus bukan berarti bahwa kita bebas dari masalah atau kesulitan hidup. Orang Kristen yang beranggapan bahwa mereka akan selalu dihindarkan dari masalah, pada akhirnya akan kecewa ketika mereka ternyata mengalami kejadian yang tidak mereka inginkan. Doa-doa kita pun tidak selamanya mendapatkan jawaban seperti yang kita yang kita harapkan. Terkadang jawaban doa itu menyakitkan, tetapi memberi pelajaran penting. Ketika Tuhan mengizinkan kita ditekan, difitnah, dihina, dan dibohongi, semua itu sedang membentuk kita menjadi pribadi yang dewasa dan memiliki kualitas rohani yang lebih baik. Marilah kita menyimak cerita berikut ini:

Orang Jepang sangat menyukai makanan serba mentah, khususnya ikan mentah yang masih segar. Sayangnya, perairan mereka tidak memberikan persediaan ikan yang cukup, sehingga para nelayan harus berlayar jauh untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak. Para nelayan menghadapi masalah, karena jarak yang cukup jauh membuat ikan tangkapan mereka tidak lagi segar ketika tiba di pantai. Jelas saja para penggemar ikan tidak menyukai ikan yang tidak segar, sehingga para nelayan mengalami kerugian. Tetapi para nelayan ini tidak kehabisan akal, mereka melengkapi kapal mereka dengan lemari pendingin. Ikan-ikan hasil tangkapan mereka langsung dimasukkan di dalam kulkas dan dibawa pulang. Dasar penggemar ikan mentah, para konsumen bisa membedakan ikan yang segar dan ikan yang sudah beku karena disimpan di dalam kulkas. Ini menyebabkan harga ikan para nelayan menjadi turun dan mereka mengalami kerugian. Para nelayan tidak menyerah begitu saja, mereka menaruh tangki air di dalam kapal, dan semua ikan yang ditangkap langsung dimasukkan ke dalam tangki. Namun, cara ini pun masih menemui jalan buntu. Para penggemar ikan melihat bahwa sekalipun ikan-ikan itu masih hidup, namun mereka sudah kehilangan kesegaran fisiknya karena tidak bisa bergerak leluasa seperti di lautan lepas. Akhirnya, para nelayan melepaskan hiu-hiu kecil di dalam tangki. Meskipun hiu-hiu tersebut memakan beberapa ekor ikan, tetapi dengan kehadiran mereka di dalam tangki, ikan-ikan hasil tangkapan akan panik dan berenang sekuat tenaga menghindari sergapan hiu. Dengan demikian, para nelayan tiba di pantai dengan ikan-ikan yang badannya masih segar.

Kita tidak menyadari bahwa seringkali Tuhan mengizinkan “hiu-hiu” berada di sekeliling kita.”Hiu-hiu” ini bisa berupa sesorang atau berbagai macam problema kehidupan yang menekan kita sampai kita merasa takut dan kesakitan. Tetapi Tuhan berkata bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami adalah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan kita. Semua itu menjadi sarana pembentukan, yang akan membuat kita mencapai tingkat kedewasaan.tertentu. Jangan iri kepada mereka yang nampaknya selalu berada dalam zona yang nyaman tanpa tekanan. Bertekun dan bersyukurlah senantiasa selama kita ada di dalam pembentukan Tuhan. Ingatlah, no pressure, no diamond – tak ada tekanan, tak ada berlian.

DOA:
Ya Tuhan,ajar kami mengucap syukur meskipun kami berada dalam tekanan. Kami mau memandang semua pencobaan itu secara positif dan menjadikannya sebagai sarana pembentukan kedewasaan kami.. Dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa dan mengucap syukur. Amin

Comments

Popular posts from this blog

Akhir Perjalanan Sang "Belut"

Kamis, 17 September 2009 | 17:21 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Pelarian buronan paling dicari di Indonesia, Noordin M Top akhirnya terhenti pada Kamis (17/9) pagi. Dalang sejumlah aksi terorisme itu tewas diberondong timah panas tim Densus 88 dalam penyergapan sebuah rumah di Kampung Kepoh Sari RT 03/RW 11, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah. Akhir perburuan Noordin berawal dari penangkapan dua orang anggota Kelompok Urwah dan Aji. Pukul 11.30, petugas menangkap Rohmad Puji Prabowo alias Bejo di Pasar Gading, Solo. Rohmad pun diinterograsi, dan dari sini, petugas menangkap Supono alias Kedu pukul 15.00. "Interograsi berjalan di lapangan dan Alhamdulillah, dua orang ini memberi petunjuk, di Kampung Kahuripan ada beberapa orang pelaku teror yang ada di sana. Rumah itu adalah rumahnya Susilo alias Adib," ujar Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Bambang Hendarso Danuri dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis. Kemudian, lanjut dia, pukul 23...

Tips Menjadi Pembicara yang Baik

Diambil dari :http://myundermind.wordpress.com/2008/10/20/tips-menjadi-pembicara-yang-baik/ Ditulis oleh saifull4h di/pada Oktober 20, 2008 Berbicara di depan orang banyak adalah hal yang luar biasa bagi sebagian Orang. butuh keberanian yang besar untuk dilihat orang banyak dan memaparkan Ide-ide, Opini sendiri atau sekedar mengucapan sambutan. Namun, untuk menjadi pembicara yang baik tidak hanya dibutuhkan keberanian saja namun harus ada faktor-faktor pendukung lainnya untuk bisa dikatakan pembicara yang baik dan sukses. FAKTOR YANG MENUNJANG 1. Seorang pembica yang sukses mampu memikat Audience. Untuk mengikat audience/pendengar, caranya tidak selalu sama tergantung dari situasi dan kondisi. Contohnya, apabila pembicara berbicara dengan Orang Awam harus menggunakan tutur kAta yang lebih mudah dimengerti dibandingkan berbicara dengan audience yang Intelek. Begitupun dengan Kondisi, harus disesuaikan dengan intonasi yang Pembicara Gunakan. Apabila pembaca sedang berbicara dalam acara k...