Skip to main content

A 5th Portion of Chicken Soup For The Soul


Berikut ini saya akan membahas resensi buku Chicken Soup For The Soul. Ya, buku yang berisi kisah-kisah inspiratif ini telah menjadi International Best Seller Book. Buku ini disusun oleh Jack Canfield dan Mark Victor Hansen yang keduanya juga merupakan tokoh terkenal di Amerika. Mereka berdua juga menulis kisah-kisah mereka dalam bukunya. Pokoknya, jika anda membutuhkan inspirasi dan pemberi semangat, buku inilah jawabannya! Chicken Soup yang saya resensi adalah A 5th Portion of Chicken Soup For The Soul. Now, here you go!





Semangkuk sup ayam.Sebuah makanan yang sangat lezat saat cuaca dingin.Saat memakannya,tentu kita akan merasakan kehangatan.Kehangatan inilah yang ingin dituangkan oleh Jack Canfield dan Mark Viktor Hansen dalam bukunya.Sebuah seri kelima dari buku luar biasa berjudul Chicken Soup for the Soul.Sebuah buku yang memuat kisah-kisah inspiratif dari berbagai orang yang telah menjalani pengalaman hidup dramatis.Dengan membaca buku ini,anda akan diajak untuk berpikir dan berefleksi kembali tentang apa yang sudah anda lakukan.Apakah yang anda lakukan itu benar atau tidak.Dan apakah pemikiran anda selama ini rasional atau tidak.Buku ini menjelaskan bahwa kita bisa memetik pelajaran dari sesuatu yang kecil,dan tidak kita pedulikan sekalipun.

Buku ini terdiri dari berbagai cerita inspiratif yang dibagi menjadi 7 bagian.Tentang Kasih,Masalah Orangtua dan Menjadi Orangtua,Tentang Mengajar dan Belajar,Tentang Kematian dan Saat-saat Terakhir,Tentang Perspektif,Mengatasi Halangan,dan Kebijaksanaan Religius.Setiap bagian tentu mempunyai topik tersendiri sesuai judulnya.Namun , 7 bagian itu mempunyai 1 kesamaan.Setelah membacanya, seolah-olah kita akan diajak merenungkan hal yang kita baca tadi.

Kita ambil contoh Bab I adalah Tentang Kasih.Di sini kita diajak untuk mengasihi semua orang,bahkan yang kita tidak kenal.Apakah kita masih bisa seperti Angela Sturgil yang terus menerus memberi semangat hidup pada Pak Gillespie yang koma,sehingga pada akhirnya Pak Gillespie hidup kembali?(hal 9-10) Ataukah seperti Bonita L Anticola yang rela setiap hari membeli es krim,agar ia dapat mengikuti undian dengan hadiah miniatur mobil “halo-halo” untuk mengabulkan permintaan terakhir temannya yang terkena kanker?(hal 14-15) Dan masih adakah orang seperti James C Brown yang mau mendengarkan keluhan Brian salah satu pasiennya serta memberikan jalan keluar yang terbaik?Padahal saat itu,apabila Brian tidak bertemu dengan James,dia akan bunuh diri karena merasa sudah tak ada jalan keluar untuknya(hal 44-47)

Contoh lain pada Bab II:Masalah Orangtua dan Menjadi Orangtua.Jerry Gale menjadi ingat bahwa dia telah berbuat salah pada ayahnya hanya karena melihat sebuah gambar puzzle(hal130-133). Ini membuktikan bahwa seseorang dapat meyadari kesalahannya pada orang lain hanya karena sebuah hal kecil.Hal yang bahkan tidak diperhatikan orang lain dapat menjadi sebuah bahan perenungan bagi sesorang.Sebagai orang tua,kita juga harus “Lebih Sering Meluangkan Waktu Bagi Anak(hal142-143).Jangan sampai kita terjebak rutinitas dan pekerjaan dan melupakan anak kita.Sadarlah bahwa anak-anak adalah “titipan” Tuhan yang paling berharga untuk kita pelihara dan kita bentuk karakternya sesuai ajaran-Nya..

Dari kedua contoh di atas dan tentu saja cerita-cerita dari bagian lain,kita dapat memetik beberapa hal. Pertama, Kasih.Jangan mengasihi orang dengan harapan kita akan mendapatkan balasan dari orang yang kita kasihi.Tetapi,kasihilah orang lain dengan tulus ikhlas.Karena pada dasarnya,kasih itu tidak mengharapkan balasan.Kedua, Kepedulian. Kita harus peduli pada sesama kita yang membutuhkan.Seperti John (hal 16-19) yang mau menolong orang lain tanpa pamrih.Padahal,dia sendiri hidup berkekurangan.Atau seperti Roy Popkin(hal 11-13) yang rela meluangkan waktunya untuk menunggu seseorang yang hampir meninggal dan bahkan tidak dikenalnya.Dan Ketiga, Perbuatan. Jangan hanya melihat sesuatu dan berpikir tapi hanya berpangku tangan saja. Tapi berbuatlah!Seperti Marion Bond West yang membawa Si Merah ke Dokter.(hal 20-26). Ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya berpikir,tapi dia juga berbuat.Sebab berpikir tanpa berbuat adalah sia-sia

Dengan membaca buku ini,kesan yang pertama kali keluar dari mulut saya adalah “Luar Biasa.” Bagaimana mungkin di jaman seperti sekarang ini masih ada orang yang mau berbuat seperti itu?Buku ini sungguh inspiratif dan memberikan banyak pelajaran untuk saya. Jack Canfield dan Mark Viktor Hansen benar-benar ahli dalam menyusun cerita-cerita inspiratif ini.Kalimat yang membekas di benak saya adalah: Beramal harus didasarkan pada kebutuhan,bukan karena ada sebabnya. Ini mengajarkan saya,bahwa dalam beramal,kita harus ikhlas.Jangan beramal karena ada sebab.Sebagai contoh,beramal karena ingin mendapatkan nama besar dan pujian.Dalam arti realita,kita memang beramal.Tapi dalam arti mentalitas,apa yang kita dapatkan?Kita hanya mendapatkan kebanggaan semu saja.Dan itu akan segera hilang.Namun apabila kita beramal pada sesorang tanpa pamrih,orang tersebut akan mengingat perbuatan dan tindakan kita walaupun kita sudah mati.


Akhir kata,ada hal yang ingin saya sampaikan kepada pembaca.Bila anda merasa bahwa hidup anda tidak memiliki arti,bacalah buku ini.Dan anda tidak akan menyangka. Bahwa kisah-kisah yang anda baca akan membuat anda menemukan arti hidup anda yang baru.Hidup untuk mengasihi dan peduli pada orang lain,serta melakukan hal-hal baru yang belum pernah anda lakukan pada saat anda masih menjadi diri anda yang dulu.
Kesimpulan dari semua ini adalah hidup haruslah kita jalani dan berguna bagi sesama.

Comments

Popular posts from this blog

Akhir Perjalanan Sang "Belut"

Kamis, 17 September 2009 | 17:21 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Pelarian buronan paling dicari di Indonesia, Noordin M Top akhirnya terhenti pada Kamis (17/9) pagi. Dalang sejumlah aksi terorisme itu tewas diberondong timah panas tim Densus 88 dalam penyergapan sebuah rumah di Kampung Kepoh Sari RT 03/RW 11, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah. Akhir perburuan Noordin berawal dari penangkapan dua orang anggota Kelompok Urwah dan Aji. Pukul 11.30, petugas menangkap Rohmad Puji Prabowo alias Bejo di Pasar Gading, Solo. Rohmad pun diinterograsi, dan dari sini, petugas menangkap Supono alias Kedu pukul 15.00. "Interograsi berjalan di lapangan dan Alhamdulillah, dua orang ini memberi petunjuk, di Kampung Kahuripan ada beberapa orang pelaku teror yang ada di sana. Rumah itu adalah rumahnya Susilo alias Adib," ujar Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Bambang Hendarso Danuri dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis. Kemudian, lanjut dia, pukul 23...

Tips Menjadi Pembicara yang Baik

Diambil dari :http://myundermind.wordpress.com/2008/10/20/tips-menjadi-pembicara-yang-baik/ Ditulis oleh saifull4h di/pada Oktober 20, 2008 Berbicara di depan orang banyak adalah hal yang luar biasa bagi sebagian Orang. butuh keberanian yang besar untuk dilihat orang banyak dan memaparkan Ide-ide, Opini sendiri atau sekedar mengucapan sambutan. Namun, untuk menjadi pembicara yang baik tidak hanya dibutuhkan keberanian saja namun harus ada faktor-faktor pendukung lainnya untuk bisa dikatakan pembicara yang baik dan sukses. FAKTOR YANG MENUNJANG 1. Seorang pembica yang sukses mampu memikat Audience. Untuk mengikat audience/pendengar, caranya tidak selalu sama tergantung dari situasi dan kondisi. Contohnya, apabila pembicara berbicara dengan Orang Awam harus menggunakan tutur kAta yang lebih mudah dimengerti dibandingkan berbicara dengan audience yang Intelek. Begitupun dengan Kondisi, harus disesuaikan dengan intonasi yang Pembicara Gunakan. Apabila pembaca sedang berbicara dalam acara k...